Labels

Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Friday, April 29, 2016

Bullying story

Bullying is killing our kids. Being different is killing our kids and the kids who are bullying are dying inside. We have to save our kids whether they are bullied or they are bullying. They are all in pain. 

Cat Cora




My friend tagged me this story in Facebook.  It was a post from 2014 by a teacher.

Worth to share :)





Yesterday, we were working on a story about a 9-year old boy being bullied at school for using a My Little Pony backpack. The school responded by telling the little boy to leave his bag at home... a move that seems to punish the little boy and not the bullies. Many people complained that schools often ignore these issues or simply don't know how to handle them... Among the comments, I came across the story of one teacher who struggled with how to teach kids about the harm caused by bullying. So she decided to use apples as visuals. If you have 3 minutes read this story and share with your teacher friends:
--- I decided to stop by the store this morning and buy a couple apples. During our morning meeting (where we sit in a circle and do spiral lessons), I told my class we were going to try something different and I showed them my two apples and asked them to list the differences and similarities between the two apples. They were both exactly the same color and shape…one was a little brighter and bigger, but that was literally the only difference.
I then held up the other apple that was only slightly discolored and smaller and I said, “Gross. This apple looks disgusting!” and dropped it on the ground. My kids all looked at me like I was INSANE! A couple laughed uncomfortably, but for the most part they thought I had lost my mind.
I then picked it up and passed it to the student sitting beside me and said, “isn’t this apple just stupid?! You should say something mean to it and do this!” Again I modeled dropping it in front of me. “Now pass it to the person next to you so they can say something mean to the apple, too!”
Long story short, my kids got very into saying mean and hurtful things to this apple and dropping it in front of them. “I hate your skin.” “You’re an ugly color of red” “Your stem isn’t very long” “You’re probably full of worms” on and on and on….
So by the time this little apple made it back to me everyone had had a chance to really rip this little guy apart. I seriously started feeling sympathetic towards an inanimate object… but moving on…
I then held both of the apples up for my kids to look at and asked them to now list the similarities and differences of the apples again… It came back the same… There really was no difference. Even after they had repeatedly dropped this apple you couldn’t really tell that it had any damage.

I then asked my students who wanted a piece of the apple… of course… FOOOOOOOD…. and ALL my students raised their hands because they wanted some.
I took out a cutting board, knife and proceeded to cut the shiny apple open. It was perfect. And all my kids “ooooohhh and ahhhh’ed”…
Then I cut open the second one and when I opened it, it was covered in mushy brown spots and bruised all inside from where we dropped it. When I held it up my kids were like, “EWWWWW. I don’t want to eat THAT apple!” “Yuck!” “That looks disgusting…”
That’s when I just looked at them and said, “But didn’t we all contribute to the apple looking this way?! We did this… why shouldn’t we eat it?” They all just kind of stopped and got really quiet and I was like, “See guys… this is what we do to other people when we say mean and hurtful things. When we gossip or call someone ugly or fat or tell them they aren’t good enough or that they can’t be friends with you… we are just dropping them and causing ONE MORE bruise… a bruise that while we can’t see on the outside is VERY REAL and very destructive inside of them! It doesn’t just go away, the bruises just keep getting worse and deeper… THIS!” I said as I held up the bruised apple, “is what we do to each other. We have to stop dropping each other.”
I’ve never seen my kids “get” something so fast before. It was so real to them… people cried and laughed and it was very emotional but absolutely amazing and they got to then journal about everything and some of the responses I got… well, I sobbed all the way through lunch. I had so many kids come up and hug me later and tell me that they were so happy that a teacher “got it”. 
smile emoticon

Tuesday, April 26, 2016

Mereka yg disana....


Waktu jaman sekolah dulu kan sering tuh ada tes IQ dan EQ gitu2. Walaupn not really reliable, tp hasil yg kudapat biasanya perubahan angka di IQ setiap kali test. Cuma yg ga akan ada perubahan adalah EQ ku. Hasil EQ ku biasanya selalu diatas angka normalnya.

Dulu ak ga pernah aware or ngerti apa maksudnya itu, sampai ak mulai sadar seberapa "niat" ak mikirin keadaan orang lain. Ternyata ak br sadar kalau rasa empatiku terlalu besar! Dan itu nyusahin jg sih krn jd bs gloomy sndr klo terlalu dipikirin. Cengengnya jangan ditanya dah. 

Kemudian dengan sensitifitas tinggi ini di masa sekarang ini menjadi dilema krn antara perhatian, peduli dan kepo sepertinya jadi beda tipis yak.  =D 

Jadi, mgkn topik kali ini lebih ke kepo kali ya?? wkwkwkwk

Topik hari ini tercetus karena lihat mbak or mas yg biasa nawarin popcorn di dalam bioskop sesaat sblm film dimulai.

Saat melihat mbak itu, banyak hal muncul diotakku:

- kasihan yg pasti krn tiap ada yg masuk hrs disamperin satu persatu
- mikir rambutnya panjang dan bagus ya
- mukanya gimana ya? ga keliatan jelas. 
- apakah ada yg ruangan ini mencb untuk melihat dy dan say "Tidak. Terima kasih ya." right to her eyes?
- shift nya berapa jam ya?
- rumahnya jauh ga ya?
- kenapa dy bisa kerja disini?
- dll

Kemudian dipikir2 ak jg suka perhatiin nih klo keluar dr bioskop, para pegawainya ada yg berbaris and berterima kasih sama pengunjung. Well, ak sdkt ga bs menerima SOP itu sih.  Menurutku mereka ga perlu melakukan itu loh.  Sama spt mbak yg membersihin toilet dan msih berterima kasih sama pengguna toilet saat mereka keluar. Errr... ga kebalik tu?? Bukannya kita yg hrsnya say thank you sama mereka yg menjaga supaya kita bisa nyaman menggunakannya. Malah kadang pengunjungnya yg ga tau diri ga bs jaga kebersihan. 

Ada pula petugas baju oranye yg bbrp waktu lalu mulai dihargai oleh pemda kita. Menurutku mereka lah yg harus di respect krn mau mengerjakan hal tersebut. Bayangkan klo ga ada org2 seperti mereka di tempat2 umum, kira2 tmpt2 umum itu akan jadi spt apa? 
Mengingat budaya "buang sampah sembarangan" masih tetep susah ilang dr kebiasaan org di Indo, keberadaan para pekerja ini sptnya sangat penting. 

Ada pula  teller di bank, petugas admin or suster di rumah sakit, karyawan hotel, karyawan restoran2, cafe2, petugas pintu tol, dll. Mereka semua mgkn kalau kubandingkan dengan pekerjaanku ya mereka yg bisa dibilang "minor". 

Pekerjaan mereka membuat mereka seakan2 tidak terlihat oleh org2 dr level lebih "atas". Ada bbrp org yg akan merasa bahwa mereka pantas mendapatkan perlakuan seadanya aja krn mereka org yg sanggup membayar lebih or membayar jasa mereka. 
Padahal  mereka juga sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sama seperti aku yg jg bekerja untuk memenuhi kehidupanku. Bedanya adalah mgkn ak cukup beruntung karena bekerja di level yg berbeda. 

Memang sih kadang ada yg nyebelin sih. Contohnya yg suka nelpon n nawarin kartu kredit dgn maksa.. Ak malah pernah dikatain "asu" krn menolak. *ngamuksihwaktuitu* 
Padahal ud berusaha menghargai orgnya dgn bilang baik2 dan mau menyudahi dgn sopan.  

Dulu ak bisa sebel dan matiin aja lgsng begitu ud mulai ditawarin macam2, or melengos pergi klo org nawarin sesuatu, spt ga melihat mereka lah. 

Sekarang sih ga usah diangkat tlp aj klo ga kenal nomornya, say no dgn sopan dan tersenyum, dan sering bilang thank you dgn senyum n look in their eyes. Life is easier jdnya.

Kalau ak menggunakan sedikit waktuku merenungi hal yg sdh kulakukan dlm satu hari, ak pasti akan menemukan bahwa ak mgkn sudah melakukan hal buruk terhadap org lain dlm pikiran dan perkataan juga perbuatan. Baik itu sengaja ataupun tidak. Semakin sering merenungi ini, semakin ak bs lebih bersabar sih terhdp byk org dan melatih memperlakukan org lain dgn baik. 

Pikiranku cm satu " Mereka jg sedang melakukan pekerjaan mereka koq."

Biasanya pikiranku suka kepo mikirin kehidupan seseorg yg kulihat sekilas. Kalau lagi niat bisa ku observe beberapa saat dan melihat dy berinteraksi. sounds kepo ya?? 

Efek ini adalah ak jd tambah gampang kasihan lagi sama org.
But I can't help it. Tak jarang jg kadang ak bs nangis sesengukan klo melihat org yg terzolimi ga adil. Pdhl kenal jg kaga. 
Seringkali si Mr. A suka lelah liat ak yg tau2 mewek. Ak jg lelah koq cengeng. >.<

Apalg klo ketemu org2 yg jualan keliling, di lampu merah.
Itu kadang ga perlu pn kubeli aja krn mikirnya masih lbh baik drpd mereka minta2 duit. Kdg kasian liat kulit mereka yg sudah terpanggang gosong gt.
Yang sering kubeli ya korek api, koran yg ud sore dijual murah, makanan ringan kecil, pisang (mahal bnr pula).

Prasangka dan pikiran buruk pasti akan selalu terbersit saat kita melihat org2 ini, tapi.... dgn berpikiran positif dan niat yg baik untuk membantu org lain, mgkn saja loh kita memang sudah bnr2 membantu mereka dan yg pasti kita jg sudah membantu diri kita sendiri :)


Apakah berhasil bersabar dan memperlakukan org dgn baik setiap saat? TENTU TIDAK. wkwkwk.

Masih koq ada pikiran bahwa certain people don't deserve it! *LOL* 

Tp tulisan ini untuk mengingatkan diriku sndr sih, untuk selalu mengingat pikiran positif yg pernah terbersit dan jg supaya ga tersedot kedalam kekesalan terhadap org2 tertentu  :)




There's a natural law of karma that vindictive people, who go out of their way to hurt others, will end up broke and alone. 
Sylvester Stallone



Tuesday, December 15, 2015

Collecting ideas for New Year's Eve (anyone?)

Too early ga ya mau bahas soal new year's eve?? 

Soalnya mau review masih males nulisnya. I have get over it. hehehe

Biasanya menjelang akhir tahun, banyak orang refleksi dirilah, bikin to do lists on next year lah. kalau ak dan teman2ku simply : What to do on New Year's Eve only yg kita pikirin. ^^

Jadi mendadak kemarin kepikiran mau ngapain ya this year?
This will be Mr. A and my first new year's eve bareng. Kalau nanya Mr. A pasti jawabannya adalah "tidur".
 Yep, selama 8 tahun pacaran, keknya bisa diitung pake jari tu kita barengan pas malem tahun baru. Most of the time dy memilih di rumah dengan bantal n guling, while me memilih sama tmn2 begadang2 ga jelas.

Kalau diinget sejak SMP sampe sekarang bisa dibilang tiap tahun selalu bersama orang2 yang sama merayakan malam tahun barunya. Dulu cuma ber 6. Rame2an BBQ dr diomelin tetangga, ujan2an, sepi2an,ngakak2an sampe akhirnya bertambah jumlah personel yang ikut karena satu persatu bawa pasangannya masing2. Sekarang almost all get married, some have kids, jadi semakin ilang frekuensi ketemunya dan sulit atur acara new year's eve nya. Khususnya tahun ini, karena salah satu yg jd host baru punya baby kedua. Jadi "sisa" personelnya tercecer2 deh....>.<

So far, yang ada dipikiran cuma pengen fancy dinner. Tapi, Mr. A pasti ga mau krn dy males keluar rumah tuh takut macet. Kalau masak, ak males bersihinnya. Lagi mau menu apa?
Pengen ngumpul bareng teman temin sih tapi apa acaranya?

I need idea..



Can't wait to see you...







Tuesday, November 24, 2015

Pil KB ga ya?

Finally, I can use the laptop for myself. Stelah berjuang menyiapkan "isi" lappy buat ak, my hubby selesai juga semalam. So, ga ada lagi deh ngantri pake lappy. Senangnya jadi ga usah pusing nongkrongin buka blogs di tmpt kerja yang inetnya bikin urut-urut data or kalo mo leave comment error mulu >.<   Thank you dear hubby. xoxoxo.

back to topic
Maap yak kalau agak "open" bahasannya..  ini uda sedikit sensor sih, kalau di grup chat blogger sih uda open kemana2. *LOL*

Yeah..ak lagi galau perlu ga konsumsi pil KB or dengan cara biasa aja yaitu mengunakan pengaman dengan cara kondom saat berhubungan intim?

Anw, namanya pengantin baru yak, ada kalanya kehabisan stock pengaman gitu, tapi karena belum niat langsung punya anak, jadinya kita harus menahan diri deh. Kemudian saat bercerita ke teman-teman, ada yang nyaranin pakai pil KB aja. Sebutlah Komo dan Susan.. 

Jadi Si Komo ini bilang kalau dia selalu menggunakan pil KB dan selama 3 tahun tidak pernah hamil tuh. Dy recommend menggunakan merk Diane 35. 

Sedangakn si Susan bilang salah satu teman dokter kita pernah bilang kalau lebih disarankan pil KB, jadi saat berhenti konsumsi pil itu bisa langsung hamil juga karena menstabilkan hormon kita (cewe). 

Begitu dengar hal itu, ak dan Mr. A ya langsung yak semangat lah buat beli. Kita ke toko farmasi disalah satu mall weekend lalu. Biasanya kalau beli pengaman karet itu, ak minta Mr. A karena masih malu bo.. Tapi kali ini Mr. A minta ak yang beli si pil itu. 

Masuklah ak ke store itu dan dilayani oleh salah satu pegawainya dengan seragam putihnya..

P     :  Mo cari apa, Bu?
Me  : Ada pil KB?
P     : Ada. Biasa pakai apa?
Me  : *errr*  Justru ini baru pertama sih, Mbak. Ada recommend apa?
P     : Banyak sih, Bu.
Me  : Diane ada?
P     : Oh ada.  *disini si pegawai ud melirik jari aye..curiga kali ye dy.*  (-__-'')
Me  : *memasang tampang sok biasa*

Not so long, dia mengambil pil KB dr bagian dalam trz ak lanjut nanya.

Me  : Ini cara konsumsinya gimana ya?
P     : Ya diminum.
Me  : *kupret ni mbak, g juga tauuuuu*  Maksudnya setau saya ada waktu tertentunya bukan ya? 
P     : Oooo..sebentar ya.  *dy tanya temen lainnya*

P2   : Iya, Bu diminumnya kalau hari ini jam 8 malam, seterusnya juga harus jam yang sama. Dan saat haid ya mulai minumnya.
Me   : O.. jadi sebelum haid ga boleh ya.
P2    : Iya.
Me   : Oke. Makasih ya, Mbak.. *melenggang ke kasir*

So, belum boleh minum sampai haid. Naaah, kemarin I got my period. Mr. A langsung bilang " Minum" tanpa ba bi bu.. ^^

Trz ak, berpikir baca-baca kertas petunjuknya dulu dah. Karena ak tipe yang ga pernah skip petunjuk minum pada obat, vitamin or apapun.
panjang bener yak petunjuknya

Abis baca langsung bilang ma Mr. A..serem yak. Gak mau minum ah. Karena efek sampingnya banyak ajeeee. Ga worth it ah.Mr. A nanya kenapa, pas kujelasin dy juga dengan gampang bilang, "yauda gausah". 

Tapi ak nya masih galau-galau gitu hari ini googling lagi kekurangan dan kelebihan konsumsi Pil khususnya merk itu. Jadi merk tersebut merupakan merk dari Jerman yang seharusnya adalah obat jerawat yang mempunyai efek untuk kontrasepsi.. Hmm...

Kemudian tertulis jg (ini ada di kertasnya juga), kalau kekurangannya dari mengonsumsi pil tersebut adalah:

1. mual, migrain, nyeri payudara, perubahan mood, perubahan berat badan bahkan bisa membuat hormon tidak stabil
2. potensi kanker payudara or dalam jangka panjang potensi kanker serviks. >.<
3. zat aktifnya dapat menimbulkan reaksi alergi bagi certain people
4. for some people bisa menyebabkan nyeri saat berhubungan juga

Kelebihannya:

1. kulit bebas jerawat
2. kontrasepsi



That's all??
Setelah dipikir2.. I mending pake cara "normal" aja deh.. sereeeeem. 

Well, mungkin sih memang tidak sampai sedahsyat itu sih kekurangannya karena si Komo baek2 aja tuh. Tapi, I feel chicked out. hahaha.

Apa ada yang berpikiran sama like me?











Thursday, November 19, 2015

Mencoba topik lain..

Sejak merit tiap dinner time tontonan wajib adalah channel Metro TV n sebelum berangkat kerja sekarang nontonnya channel TV One. >.<  things I never do before sejak ak lahir. hahaha.


Tapi topiknya bukan itu. 

Mungkin ini sebenarnya sudah ada di TV sejak lama. Tapi ya..berhubung aye baru "dipaksa" nonton TV lokal jadinya baru notice video ini disela-sela iklan2 dan acara TV lainnya. =P  *maapken kalau norak sikit*

Tau kan Conversation International? Mungkin yang masih belum tahu boleh googling. -ak jg baru googling lately- The big idea mereka adalah menyuarakan isi hati alam, salah satunya melalui video-video yang tidak hanya oleh artis-artis internasional tapi juga lokal.
Ada Julia Roberts as Mother Nature, Liam Neeson as Ice, Harrison Ford as The Ocean, Kevin Spacey as The Rainforest, Penelope Cruz as The Water, Ian Somerhalder as The Coral Reef, Edward Norton as The Soil, Lupita Nyong'o as The Flower, Robert Redford as The Redwood etc.


Di Indonesia sendiri mengusung tema ALAM BERBICARA melakukan hal yang sama. Ada Panjdi Pragiwaksono sebagai Hutan Tropis, Christine Hakim sebagai Ibu Pertiwi, Lukman Sardi sebagai Samudra dan Najwa Shihab sebagai Air.



Nah, di video yang air ini, membuatku bener-bener merasa "touch". Selama ini memang selalu ngajarin anak-anak dan mengingatkan diri sendiri juga untuk selalu save energy dan water. Berusaha sebisa mungkin menghemat (walau kadang masih suka boros). Tapi dengan menonton video ini membuat ak merasa I need to do more. Sebagai ex guru IPA, pelajaran menengai save energy ini adalah salah satu topik favorit ak. Waktu jaman kuliah juga topik Global Warming adalah topik favoritku buat debat di PR class. Pada waktu itu tujuanku adalah mengajak sebanyak mungkin orang-orang disekitarku untuk menghemat energi. 

Tapi, pada kenyataanya sangatlah sulit. Pola pikiran yang cenderung berpikir "Ah, cuma bentar doank." " Cuma gini doank bisa ngefek apa sih?" or " Percuma gw save energy tp org lain ngga."

Padahal, good habit dimulai dari sebuah kebiasaan. Satu individu akan menginfluence yang lain dan pada akhirnya sebuah kelompok kecil akan terbentuk, dari kelompok-kelompok kecil itu akan menjadi masing-masing individu yang akan menginfluence yang lain sehingga suatu saat kelompok besar terbentuk.

Pada akhirnya, I decide to just show it in my act. Sulit awalnya. Misalnya close tap saat sikat gigi. Itu kadang suka lupa awal2nya, turn off light n AC saat keluar ruangan, buang sampah pada tempatnya. Itu hal2 gampang tapi sulit juga awal2nya. 

Saat ak share ke anak-anak, mereka ada yang bilang, "My father always throw outside the window from car.", "I never turn off my TV." or even worst  " Ms, I have told my parents like that, but they don't care".  
Bahkan saat membahas topik pembakaran hutan ada yang menjawab "But my dad said if we don't burn it, we don't get money."  *miris* 

Ak berpikir, alam ini sudah sangat sakit. Very sick. Waktu ak masih SD belajar ttg siklus pergantian musim dari kemarau ke hujan dan ke kemarau terjadi setiap 6 bulan sekali tidak pernah meleset jauh seperti sekarang ini. Sekarang pelajaran IPA ku jaman SD sudah tidak bisa dipakai lagi perihal siklus pergantian musim itu. 
Pernahkah ada yang notice itu?
Hanya dalam kurun waktu 10-15 thn saja bumi ini sudah berubah banyak.

Bagaimana dalam kurun waktu 10-15 tahun kedepan?
Apa anak-anak kita nanti bisa melihat hijaunya alam dan udara yang segar lagi?  


#INEEDNATURE







"Because without a healthy earth, there isn't a healthy anything"