Labels

Friday, September 9, 2016

Kegiatan "mengisi" waktu

June...


July.....


August.......



September!



Selepas resign mengajar dan berdiam dirumah awalnya waktu berjalan lambat. Kemudian project baru pun masih belum bisa di launch karena masih berkutat dengan design dan sampling. 

Lalu ada libur lebaran yang hanya dihabiskan dirumah juga *jaga rumah tepatnya* MIL dan FIL ke Bali,  Pulau Komodo dan sekitarnya travelling dengan Dee and fam. While Mr A maunya dirumah ajah tok. *naseb*

Kesibukan dimulai sejak libur lebaran berakhir di akhir Juli. 

Kenapa?  Karena sudah membantu kerjaannya mertua di kantor dan gudang. Entah kenapa sebelum lebaran, mendadak mertua berpikiran untuk menggunakan sistem komputerisasi saja di bidang usaha dia. Karena manual sudah terlalu melelahkan sepertinya, terlalu banyak missed out thingsdan rencana ekspansi. 
Berhubung Mr A tidak tertarik dengan bidang usaha ini, turunlah delegasi pekerjaan ini ke aku. 

Well, aku sih suka-suka saja belajar bidang kerjaan mertua karena akan related dengan projectku juga kedepannya dalam jangka panjang. 

Jadi dimulai dengan memanggil orang untuk buat sistem dan menjelaskan detail-detail yang kita butuhkan. Dan selama proses pembuatan itu, aku akan buat back up nya dulu lewat program Microsoft Excel biasa dulu dan setelah jadi sistemnya baru di convert.

Setelah satu bulan lebih berlalu, sistemnya masih baru rampung 50% nih dan aku ternyata uda lumayan overwhelmed dengan kemanualan yang ada. Bener2 sistemnya tradisional banget. Kalau kata FIL seperti sistem tukang warteg. *hehehe*  Segala sesuatunya mengandalkan ingatan otak. 

Oya, bidang usaha MIL adalah distributor kain. Jauh bener ya dari eks guru sampai belajar kain.

Awalnya sangat keteteran deh mengingat flow dan sekian banyak jenis bahan. Kemudian ditambah harus set up sistem sementara, beresin ruang sampling dan ditambah.......admin yang biasanya membantu mendadak sakit-sakitan dan akhirnya berujung pada resign lah dia. She left me out alone here! 

Sebelumnya masih ada dia yang bisa saya andalin untuk bertanya. Lebih enak bertanya ke dia daripada ke MIL dan koko sepupu ( yang ikut dalam usaha ini juga ), karena kalau bertanya ke mereka itu jawaban selalu setengah-setengah.

Sepeninggalan admin itu, notabene semua kerjaan dia harus bisa kucover. Simple sih .. terima barang, kirim barang, hitung kontra bon dan inget stock. That's all. Tapi.....karena uda mau pindah ke sistem, jadi ada extra sekarang, input penerimaan dan pengeluaran barang juga yang dulunya manual sekarang harus computerized. 

Hanya saja, namanya kerjaannya di gudang jadinya pas loading harus diawasi juga and checking saat terima. Kemudian masih harus sampling and cek berat kainnya. Setiap hari sudah ada patternnya sih. Start sibuk jam 8 sampe maksimal jam 11 siang itu terima dan loading batch 1. Setelah mobil2 keluar, kembali ke laptop. Ga lama pasti akan ada mobil supplier batch siang yang turun, jadi harus nerima barang lagi.  By the time barang kelar turun, mobil-mobil balik, uda harus atur kiriman batch 2. Setelah itu biasanya baru deh bisa beresin paper works..Oh... and lunch juga. Jam lunch selalu jam 2 siang deh sekarang. 

Sepertinya simple yak.. tapi physically capeknya melebihi ngajar deh. Ngajarpun masih ada break duduk within 30 minutes time. Ini kalau lagi sibuk bisa 2 jam non stop wara wiri.  Paling sebel adalah dapat pertanyaan tembakan seperti  " Shal, kita masih ada stock ga kain xxxx set xx?". Masalahnya aku belum menguasai semua bahan dan gak akan tahu stock barang yang sebelum aku mulai terjun bantuin. Yang ada suka keliling-keliling lah buat cek barang itu. Seringkali ketuker-tuker pula. >.<


Plusnya:
Jadinya aku gak harus galau-galau masak apa di dapur karena MIL jadi lebih punya banyak waktu sekarang karena sebagian kerjaannya sudah ak take over. *seneng banget loh ini* 
Efek lain adalah losing my weight. Aku berhasil turun 4 kg tanpa olahraga berarti dan diet. Hanya karena ga ada waktu ngemil dan dailynya sudah cukup banyak kardio di gudang. Tapi sayang masih terlihat gembul sih. Soalnya setelah merit naiknya more than 4 kg sih. *huff*


Minusnya:
Time flies just like that. I'm barely have me time below 8 p.m. , kesulitan membagi pikiran jadinya dengan menyelesaikan projek pribadi karena too tired. Terus ga ada lagi deh bisa nyelonong jalan ke mall or meet up sama teman2 on weekdays or bangun siang di hari Sabtu dan yang pasti sakit maag and alergi debunya kumat terus. >.< Then, at this pace, aku jadi tambah menunda-nunda deh masalah kehamilan. Jadi merasa, this is not the right time again. 

Tapi disela-sela kesibukan itu semua, aku masih mencoba mencari hal yang bisa kulakukan untuk menambah ilmu dan meningkatkan kreativitas. 

Once in a while, aku mencari-cari workshop2 yang bisa diikuti, seperti tentang membuat sabun, branding, fotografi. Aku juga tertarik ke art things juga tapi karena ga bisa belajar ke luar, jadi sementara masih otodidak aja. Yang masih aku pengen ikuti itu workshop flower arrangement. So far belum ketemu yang cocok. Kegiatan-kegiatan itu membantu relaksasi juga selain hanya nonton TV tiap malam. 

Terapi lainnya adalah...shopping. *hooraay!* Jangan ditanya deh belanja apa. Semuanya beli via online. Lagi keranjingan sama T**o**d** ..

However, I can't be more grateful sebenarnya dengan kesibukan ini. Kesibukan ini sebenarnya part of learning juga. MIL punya plan jangka panjang sih dengan minta aku bantuin kerjaan dia. So, I just have to be patience until I have my own later.

The problem is....patience has never be the thing that I am good at. :P



It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness. 

Charles Spurgeon




Friday, June 24, 2016

My Miracle

Hi.....

It's been a while. I have been so busy for the past few weeks that I can't even blog walking or writing here. 

End of May to early of June, I was busy with my school stuffs. I have to do some corrections before test, practiced the Year End Performance dance with the students, checked the test papers, filled the report, prepared the Parent Teacher Conference stuffs and also my clearance form from the school before end of the school year over.

Last week, I used my whole week for recovery from my bad allergic cough while prepared and rushed stuffs for the photo shoot session for my next project on the weekend. Here are the spoilers. 





While this week, I enjoy the whole week with a lot of meet ups, shopping for home cooks and become a real house wife since my in laws are not around. *happy* ^^

And for the highlight is that I FINALLY quit my job! It was a bittersweet moment. I felt relieved and happy but also anxious for that I have to stay at home during day time if I am not doing my business. There was time that I felt that I didn't want to do anything because that I was afraid of the failure. 

Regarding with those feelings, I watched a movie last night that help me to think from other point of view. The title was " Miracle from Heaven." It was a movie that based on true story for the coming Easter day about the miracle from God. You can read the synopsis in google to find more about the movie. 
I do recommend to watch the movie if there is a point in your life that you lose your faith on what you have believed all this time because of some struggles in your life that happen at the moment.




The bottom line of the movie is seeing miracle around us. After watched the movie, I started to recall people around me and see what they have done to me that I never really realize or appreciate them. I have to say, I am grateful

I have to have more faith with what I am fighting for in my life will be somewhere good if I do it hard, well and never give up. I also have to remember that the guidance I meet during it is from something greater than myself. 

One of the quote I got from the movie is "We get there when we get there." 
This one said by the little girl when her mom afraid that nobody will believe her about her moment to heaven. She said this because she doesn't mind with what people will say because it was her experience. She knows it but she doesn't expect people to understand it. 

I think it is a good thought. It means that I have to do things without constantly worry about what people will say or think about me as long as I am not doing things that hurt and make someone loss something. 





I truly believe that everything that we do and everyone that we meet is put in our path for a purpose. There are no accidents; we're all teachers - if we're willing to pay attention to the lessons we learn, trust our positive instincts and not be afraid to take risks or wait for some miracle to come knocking at our door. 

Marla Gibbs



Wednesday, May 11, 2016

Antara cerdas, kreatif dan hasilnya versi Mr. A


Kalau ikutin my blog, sepertinya pada tahu kalau ak tuh suka dengan aromaterapi. 

Nah, walaupun tidak setiap hari menyalakan aromaterapi, tapi setidaknya beberapa waktu sekali saat ak mau purify udara di kamar tidur dan kamar mandi pasti ak akan nyalain untuk setidaknya 1-2 jam.

Biasanya ak akan nyalain sesaat sebelum ke dapur untuk siapin makan malam atau setelah selesai beresin dapur n saat movie session dengan hubby kalau weekdays.

One day, kebetulan ak baru beli tempat candle yg baru dan ada sisa lilin aromaterapi Biene Candle yg tidak habis terbakar sempurna (ak suka sekali krn berbau pegunungan gitu), jadi ak nyalain lilin itu di kamar mandi sebelum keluar ke dapur.

Kenapa di kamar mandi? Biasanya acaraq makan malam selesai diatas jm 8 termsk beres2, jd biar ga terlalu “pekat” aja wanginya di kamar. Sedangkan kalau  dari kamar mandi yang keluar ke kamar jadi pas aja takarannya dihirup. #apasih #alibisendiri hehehe

Nah, waktu itu sedang tidak ada MIL dan FIL, lupa juga kemana. Yang pasti sesaat sebelum makan, ak mau ke toilet jadi ak masuklah ke kamar.

Alangkah shocknya saat masuk wc kamar n lihat itu lilin meleleh bercipratan di sekitar wastafel, dinding, cermin, lantai wc! Shock with the mess. 
Trz juga mikir, koq bisa ya? Harusnya kalau lilin diatas tembikarnya habis ga mungkin bisa bercipratan begini.

Sambil shock ak mulai cr cleaning tools dah kerok2in yg di atas ubin wastafel dulu.


Tapi cuma bisa sekenanya aja, karena  Mr. A uda nungguin di meja makan.

Pas di meja makan, ak masih mikirin aja tuh koq bs gitu sambil agak2 was-was and mikir males bener bersihinnya. >.<  

Sesaat sebelum selesai makan, ak bilanglah ke Mr. A kalau lilin di kamar mandi berserakan, aneh deh koq bisa gitu ya?

Kemudian terjadilah percakapan ini:

A : Masa? tadi kutinggal masih ga gitu.

Me : Berarti barusan donk. kenapa ya?

A: Ak masukin air atasnya.

Me : Haaaah??!!!  Kenapa??

A : Iseng.

Me : *speechless*

A : *cengengesan* Harusnya ga begitu loh menurut logikaku. Bla bla bla bla.. (ga dengerin banget2 karena msh shock)

Me : Ak sampe kaget itu satu wc kecipratan semua! Ga mau tau kamu bersihin sendiri tar. Ak uda kerokin yg gede2 meleleh. Tapi yg kecil2 banyak. 

A: *masihketawa-ketawa*

Me : Tar ak aja yg cuci piring. Sana bersihin. *tendangpantatnya*

A: *masihcengengsan*



baru inget foto setelah selesai bersihin

Ak sendiri sebenernya ga marah sih, Justru ikut ketawa2 karena lucu juga. Tapi ga abz pikir si dudul itu kenapa bs masukin air ke lilin panas coba! 

Dy merasa seperti air dan minyak yg hrsnya tidak akan bertemu. Jadi logikanya ga akan kenapa2.

Setelah ak selesai beres2 dapur and masuk kamar, si Mr. A masih loh bersihin n ngerokin lilin dr mana2. Tp cengar cengirnya uda ilang, jadinya dy keringatan. 

Selesai bersihin dy blg ke ak, " I have learned my lesson."



*ngakak* 






Friday, April 29, 2016

Bullying story

Bullying is killing our kids. Being different is killing our kids and the kids who are bullying are dying inside. We have to save our kids whether they are bullied or they are bullying. They are all in pain. 

Cat Cora




My friend tagged me this story in Facebook.  It was a post from 2014 by a teacher.

Worth to share :)





Yesterday, we were working on a story about a 9-year old boy being bullied at school for using a My Little Pony backpack. The school responded by telling the little boy to leave his bag at home... a move that seems to punish the little boy and not the bullies. Many people complained that schools often ignore these issues or simply don't know how to handle them... Among the comments, I came across the story of one teacher who struggled with how to teach kids about the harm caused by bullying. So she decided to use apples as visuals. If you have 3 minutes read this story and share with your teacher friends:
--- I decided to stop by the store this morning and buy a couple apples. During our morning meeting (where we sit in a circle and do spiral lessons), I told my class we were going to try something different and I showed them my two apples and asked them to list the differences and similarities between the two apples. They were both exactly the same color and shape…one was a little brighter and bigger, but that was literally the only difference.
I then held up the other apple that was only slightly discolored and smaller and I said, “Gross. This apple looks disgusting!” and dropped it on the ground. My kids all looked at me like I was INSANE! A couple laughed uncomfortably, but for the most part they thought I had lost my mind.
I then picked it up and passed it to the student sitting beside me and said, “isn’t this apple just stupid?! You should say something mean to it and do this!” Again I modeled dropping it in front of me. “Now pass it to the person next to you so they can say something mean to the apple, too!”
Long story short, my kids got very into saying mean and hurtful things to this apple and dropping it in front of them. “I hate your skin.” “You’re an ugly color of red” “Your stem isn’t very long” “You’re probably full of worms” on and on and on….
So by the time this little apple made it back to me everyone had had a chance to really rip this little guy apart. I seriously started feeling sympathetic towards an inanimate object… but moving on…
I then held both of the apples up for my kids to look at and asked them to now list the similarities and differences of the apples again… It came back the same… There really was no difference. Even after they had repeatedly dropped this apple you couldn’t really tell that it had any damage.

I then asked my students who wanted a piece of the apple… of course… FOOOOOOOD…. and ALL my students raised their hands because they wanted some.
I took out a cutting board, knife and proceeded to cut the shiny apple open. It was perfect. And all my kids “ooooohhh and ahhhh’ed”…
Then I cut open the second one and when I opened it, it was covered in mushy brown spots and bruised all inside from where we dropped it. When I held it up my kids were like, “EWWWWW. I don’t want to eat THAT apple!” “Yuck!” “That looks disgusting…”
That’s when I just looked at them and said, “But didn’t we all contribute to the apple looking this way?! We did this… why shouldn’t we eat it?” They all just kind of stopped and got really quiet and I was like, “See guys… this is what we do to other people when we say mean and hurtful things. When we gossip or call someone ugly or fat or tell them they aren’t good enough or that they can’t be friends with you… we are just dropping them and causing ONE MORE bruise… a bruise that while we can’t see on the outside is VERY REAL and very destructive inside of them! It doesn’t just go away, the bruises just keep getting worse and deeper… THIS!” I said as I held up the bruised apple, “is what we do to each other. We have to stop dropping each other.”
I’ve never seen my kids “get” something so fast before. It was so real to them… people cried and laughed and it was very emotional but absolutely amazing and they got to then journal about everything and some of the responses I got… well, I sobbed all the way through lunch. I had so many kids come up and hug me later and tell me that they were so happy that a teacher “got it”. 
smile emoticon

Tuesday, April 26, 2016

Mereka yg disana....


Waktu jaman sekolah dulu kan sering tuh ada tes IQ dan EQ gitu2. Walaupn not really reliable, tp hasil yg kudapat biasanya perubahan angka di IQ setiap kali test. Cuma yg ga akan ada perubahan adalah EQ ku. Hasil EQ ku biasanya selalu diatas angka normalnya.

Dulu ak ga pernah aware or ngerti apa maksudnya itu, sampai ak mulai sadar seberapa "niat" ak mikirin keadaan orang lain. Ternyata ak br sadar kalau rasa empatiku terlalu besar! Dan itu nyusahin jg sih krn jd bs gloomy sndr klo terlalu dipikirin. Cengengnya jangan ditanya dah. 

Kemudian dengan sensitifitas tinggi ini di masa sekarang ini menjadi dilema krn antara perhatian, peduli dan kepo sepertinya jadi beda tipis yak.  =D 

Jadi, mgkn topik kali ini lebih ke kepo kali ya?? wkwkwkwk

Topik hari ini tercetus karena lihat mbak or mas yg biasa nawarin popcorn di dalam bioskop sesaat sblm film dimulai.

Saat melihat mbak itu, banyak hal muncul diotakku:

- kasihan yg pasti krn tiap ada yg masuk hrs disamperin satu persatu
- mikir rambutnya panjang dan bagus ya
- mukanya gimana ya? ga keliatan jelas. 
- apakah ada yg ruangan ini mencb untuk melihat dy dan say "Tidak. Terima kasih ya." right to her eyes?
- shift nya berapa jam ya?
- rumahnya jauh ga ya?
- kenapa dy bisa kerja disini?
- dll

Kemudian dipikir2 ak jg suka perhatiin nih klo keluar dr bioskop, para pegawainya ada yg berbaris and berterima kasih sama pengunjung. Well, ak sdkt ga bs menerima SOP itu sih.  Menurutku mereka ga perlu melakukan itu loh.  Sama spt mbak yg membersihin toilet dan msih berterima kasih sama pengguna toilet saat mereka keluar. Errr... ga kebalik tu?? Bukannya kita yg hrsnya say thank you sama mereka yg menjaga supaya kita bisa nyaman menggunakannya. Malah kadang pengunjungnya yg ga tau diri ga bs jaga kebersihan. 

Ada pula petugas baju oranye yg bbrp waktu lalu mulai dihargai oleh pemda kita. Menurutku mereka lah yg harus di respect krn mau mengerjakan hal tersebut. Bayangkan klo ga ada org2 seperti mereka di tempat2 umum, kira2 tmpt2 umum itu akan jadi spt apa? 
Mengingat budaya "buang sampah sembarangan" masih tetep susah ilang dr kebiasaan org di Indo, keberadaan para pekerja ini sptnya sangat penting. 

Ada pula  teller di bank, petugas admin or suster di rumah sakit, karyawan hotel, karyawan restoran2, cafe2, petugas pintu tol, dll. Mereka semua mgkn kalau kubandingkan dengan pekerjaanku ya mereka yg bisa dibilang "minor". 

Pekerjaan mereka membuat mereka seakan2 tidak terlihat oleh org2 dr level lebih "atas". Ada bbrp org yg akan merasa bahwa mereka pantas mendapatkan perlakuan seadanya aja krn mereka org yg sanggup membayar lebih or membayar jasa mereka. 
Padahal  mereka juga sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sama seperti aku yg jg bekerja untuk memenuhi kehidupanku. Bedanya adalah mgkn ak cukup beruntung karena bekerja di level yg berbeda. 

Memang sih kadang ada yg nyebelin sih. Contohnya yg suka nelpon n nawarin kartu kredit dgn maksa.. Ak malah pernah dikatain "asu" krn menolak. *ngamuksihwaktuitu* 
Padahal ud berusaha menghargai orgnya dgn bilang baik2 dan mau menyudahi dgn sopan.  

Dulu ak bisa sebel dan matiin aja lgsng begitu ud mulai ditawarin macam2, or melengos pergi klo org nawarin sesuatu, spt ga melihat mereka lah. 

Sekarang sih ga usah diangkat tlp aj klo ga kenal nomornya, say no dgn sopan dan tersenyum, dan sering bilang thank you dgn senyum n look in their eyes. Life is easier jdnya.

Kalau ak menggunakan sedikit waktuku merenungi hal yg sdh kulakukan dlm satu hari, ak pasti akan menemukan bahwa ak mgkn sudah melakukan hal buruk terhadap org lain dlm pikiran dan perkataan juga perbuatan. Baik itu sengaja ataupun tidak. Semakin sering merenungi ini, semakin ak bs lebih bersabar sih terhdp byk org dan melatih memperlakukan org lain dgn baik. 

Pikiranku cm satu " Mereka jg sedang melakukan pekerjaan mereka koq."

Biasanya pikiranku suka kepo mikirin kehidupan seseorg yg kulihat sekilas. Kalau lagi niat bisa ku observe beberapa saat dan melihat dy berinteraksi. sounds kepo ya?? 

Efek ini adalah ak jd tambah gampang kasihan lagi sama org.
But I can't help it. Tak jarang jg kadang ak bs nangis sesengukan klo melihat org yg terzolimi ga adil. Pdhl kenal jg kaga. 
Seringkali si Mr. A suka lelah liat ak yg tau2 mewek. Ak jg lelah koq cengeng. >.<

Apalg klo ketemu org2 yg jualan keliling, di lampu merah.
Itu kadang ga perlu pn kubeli aja krn mikirnya masih lbh baik drpd mereka minta2 duit. Kdg kasian liat kulit mereka yg sudah terpanggang gosong gt.
Yang sering kubeli ya korek api, koran yg ud sore dijual murah, makanan ringan kecil, pisang (mahal bnr pula).

Prasangka dan pikiran buruk pasti akan selalu terbersit saat kita melihat org2 ini, tapi.... dgn berpikiran positif dan niat yg baik untuk membantu org lain, mgkn saja loh kita memang sudah bnr2 membantu mereka dan yg pasti kita jg sudah membantu diri kita sendiri :)


Apakah berhasil bersabar dan memperlakukan org dgn baik setiap saat? TENTU TIDAK. wkwkwk.

Masih koq ada pikiran bahwa certain people don't deserve it! *LOL* 

Tp tulisan ini untuk mengingatkan diriku sndr sih, untuk selalu mengingat pikiran positif yg pernah terbersit dan jg supaya ga tersedot kedalam kekesalan terhadap org2 tertentu  :)




There's a natural law of karma that vindictive people, who go out of their way to hurt others, will end up broke and alone. 
Sylvester Stallone



Friday, April 22, 2016

Antara menjadi istri dan karyawan..


Semua dimulai sejak dua bulan lalu. One day, Mr. A kena flu dan batuk tertular temannya gitu. Kemudian pada saat itu, ak masih dengan pedenya deket2 aja n msh ask for light kisses lah dr dy karena kebetulan sudah 6 bln lebih nih ceritanya ga pernah kena flu. Jadi pede dgn keadaan fisik sndr. Sampai, akhirnya ak tertular juga. Pada saat tertular itu keadaan pekerjaan itu sedang hectic2nya. Last month itu sekolahku ada acara Field Trip dan kebetulan I was on of the PIC. Field trip 3 hr berturut2 itu lumayan lah ya bikin gempor (I went for 2 days in a row). Trz setelah itu masih ada kesibukan menjelang akhir term 3. Jadi bnr2 melelahkan pekerjaan di sekolah plus dirumah dan juga kesibukan untuk urus tahap2 akhir launching brand clothing line bersama teman2. Setiap weekend pasti busy here and there jd ga ad proper rest banget sehingga yang ada sakitny ak dan Mr. A itu spt hanya muter2 diantara kita. Saling tular menular tiada akhir. #lelahsakit

Perihal sakit ini berlangsung lah sampai ke bulan ini sebagai tahap akhirnya.


April 10, 2016

Hari ini qta drop my MIL and FIL ke bandara karena mereka mau ke Penang untuk check up. Kemudian Mr. A nemeninku untuk meet up sesama blogger lain di Lippo Mall Puri. ^^ 

sayap kiri: AS, The twin sisters of Nini and Nana, Prisil and F
sayap kanan : Heidy and Yudith, Ci Tin, Indri and Mr. Buni 
Pertemuan kilat for me karena uda ada janji lagi dan missed to meet Yanti. Hopefully next one bs full team. Rame pasti!

Pada saat meet up ini sih Mr. A sbnrnya uda ga fit. Dy ga bs tidur sudah beberapa hari. Jadi kurang tidur sekali tapi dy masih mau nemenin ak ke sini. Cuma setelah itu ak masih ada acara ke Open House Yogie Pratama di Pluit (walau bukan capeng lagi tapi iseng2 mau datangin ^^).

Nah, sebelumnya drop dulu deh Mr. A dirumah, trz ak minta dijemput temen aja di rumah. Setelah itu pulangnya nae U*** aja sambil mampir beli bubur angke yg terkenal itu buat Mr. A yg dirmh. 


April 11, 2016

Ak berangkat kerja seperti biasanya dan sibuk mikirin sore pulang kerja mau masak Lettuce Wrap Rice. Kebetulan ga ada mertua jadi bisa eksperimen makanan dengan slow cooker. Jadi, pulang kerja ga langsung pulang tp ngider dl cari water chesnut di PIK area. 

Pas sampai rumah langsung ke dapur karena mau masak dengan slow cooker yang took 3-4 hours jd hrs cpt2 preparing deh. Pikiranku adalah pas Mr. A pulang jd uda tingga makan. 

Abiz siap2 sbntr ak masuk kamar mau ganti seragam and kaget banget pas melihat Mr. A di dalam kamar. Ternyata dia pulang kerja lebih awal setelah lunch krn merasa ngantuk sekali. Jadi mau istirahat. 

Ya udah deh jadi ak lbh buru2 lagi siapin makanannya supaya bisa cepat beres dan qta bisa istirahat sambil nonton "Two Days One Night" yg jd jatah nonton kita setiap hari Senin.

walau masaknya less than 4 hours tapi masih enak dan cukup sukses. sempet bingung ngupas water chesnutnya sih
Setelah nonton abis kita istirahat lebih cepat hari ini. Tapi again Mr. A melek terus semalaman.

Sebelum tengah malam itu ak juga ada kebangun dan liat Mr. A sedang chat dengan sepupunya yg mamanya juga ikut MIL n FIL ke Penang. Dy minta dicariin tiket pesawat pulang untuk hari ini juga. Tapi ga bs lagi krn pasport FIL uda less than 6 months. Pas hr dy arrival jg sempet bermasalah sih di imigrasi Penang. Tp akhirnya bisa masuk. Cuma karena ngantuk jadi ak ga gt responsif sih. 


April 12, 2016

Troubled start. 

Nah, pagi-pagi ak WA sepupunya itu untuk tanya perihal tiket tersebut. Karena tau Mr. A pasti males nanya ini itu dengan sepupunya itu.

Ternyata alasan MIL and FIL hrs pulang cepat adalah karena kokonya FIL yg sebelumnya memang uda dying akhirnya meninggal selepas tengah malam. Karena kamis sudah dibakar dan mau dibawa abunya ke Ujung Pandang, jadi FIL sudah hrs di Jakarta before the day end. 

Ribet lah qta karena masalah pasport itu. Mr. A kukabari soal apek nya yg meninggal jadi dy bs lebih niat cariin tiket. Jadinya, dy ke kantor lbh awal n ke travel di deket kantornya buat beli tiket tp ternyata tidak bisa jg krn sudah less than 24 hours before flight. So, opsi nya hanya cus ke bandara disana dan cari tiket pesawat apa aja yg penting pulang ke Jakarta.

MIL and FIL milih cr tiket yg transit ke Medan dulu sblm Jakarta. Karena yg direct bedanya sekitar 700k perorang. Lumayan kan itu klo bertiga.

Nah, ak emang rencana untuk ijin pulang lebih cepat hr ini krn tahu mau jemput di bandara plus kermh duka. Rencananya ak mikir klo sempet mau masak lasagna dl di slow coooker supaya keburu matang untuk dinner. 

Tapi, belum sampai rumah saja tahu2 Mr. A uda infoin dy sudah dirumah. Demam dan meriang. Dy minta ak pulang lbh cepat lagi tp karena ak masih ada kelas bener2 ga bs left earlier than plan. 

Setelah kelas selasai, langsung cus pulang. Cek kondisi Mr. A demamnya aroun 38 derajat. Dy bilang mau ke dokter sorean. Saat itu dy mikir krn ga bs tdr, radang dy yg dr minggu lalu jd ga tuntas2. 

Akhirnya ak batal masak lasagna krn kondisi Mr. A ga mgkn makan seperti itu. Jadi gantinya masak sup dan tumis sayur saja.

Sore jam 5 ak boncengin Mr. A ke dokter umum deket rumah krn demamnya uda redaan. Kemudian diresepin dokter obat baru yg lain dengan asumsi radangnya ga tuntas. Kemudian ak jg minta disuntik vitamin C karena takut drop lagi dan juga resep obat batuk lain krn sampai hari itu, ak masih sedikit batuk2 dan ga bener2 tuntas . Sedangkan di skul, sakitnya juga berputar2 anatara anak yg satu dengan yg lain jadi takut tertular lagi. 

Mr. A juga minta obat tidur krn dy bnr2 ga bs tidur dan butuh tidur pulas. Setelah dpt resep kita ke apotik untuk nebus. Resep obt tdr itu sempet jd masalah sih krn terlalu tinggi dosisnya dr yg tersedia disana. 
Stlh dokter menelpon apotik itu baru deh bs beres. Tapi proses nunggu resepnya lama banget. More than 30 minutes. By this time, Mr. A mulai demam lagi dan dy ud tambah lemes.

Uda pasti Mr. A ga bisa ikut jemput nih ke bandara. Jadi ak call sepupu nya untuk nemenin ak ke bandara. Ga mgkn kan minta para orangtua naik taksi. 

Sampai rumah langsung buru2 tumis sayur, kebetulan sup uda di masak seblum berangkat ke dokter dgn api kecil dan nasi uda dimasak jg.
Selesai masak kasih Mr. A makan kemudian let him rest dan ak pun langsung berangkat ke bandara. 

Abis dari bandara, MIL and FIL drop ak dan sepupunya di rumah dan mereka langsung berangkat ke rumah duka lagi. It was 9.30 p.m. already. 

Ak dan Mr. A jelas ga bs pergi ke rumah duka krn Mr. A masih terus demam selama 38 derajat. Kondisinya juga lemas dan meriang.

Malam itu, ak bener2 terjaga hampir semalaman ngecek suhunya dan berbagai cara usahain dy bs keringatan dan turun demamnya. And still ga bs tdr walau ud minum obat tdr.



April 13, 2016

Tapi sampe pagi ini demamnya ga turun sama sekali. Still 38. But I have to go to work. 

Jadi, siangan my FIL bawa Mr. A ke Bio Medika untuk cek darah. 

Seharian itu ak chat dan telp barely di reply sama Mr. A.

Kondisinya itu tidak jauh beda dengan sehr seblmnya. Ditambah menggigil. 

Pulang kerja, FIL blg hasil cek darahnya adak DBD dan typhoid positif,  *haizz*  Kolaborasi gitu sakitnya.

Hasil lab nya diantar sih harusnya jam 7 malam. Rencananya habis dpt ak akan bawa k dokter untuk dibacain dan minta obat penurun demam deh. Karena demamnya msh ga turun sama sekali. 

Malamnya MIL and FIL masih hrs ke rumah duka kan, jadi ak yg stay dirmh jagain. Sedangkan hasil sampai stgh 8 belum sampai. I wondered berapa trombositnya saat itu. Jadi telp ke Bio Medika lagi dan minta hasilnya di email aja.

Ternyata trombositnya msih 162.000. Normal between 150.000-450.000.

Ak bawa hasilnya k dokter tp dokter insisted dy hrs cek pasien seblm ksh obat demam. Jadi pulang jemput Mr. A lagi n bawa dy k dokter, Stlh itu br diresepin obat.

Untungnya setelah mnm obat demam itu demamnya reda,


April 14, 2016

Hari ini lebih hectic lg karena hari ini kokonya FIL mau di bakar dan dibawa ke UP. Sedangkan ak ga bs ijin ngajar krn lg kekurangan guru juga. Salah satu guru lg hrs bed rest krn pendarahan diusia kandungannya yg uda 8 bln, sedangkan ada guru lain jg ga msk sudah dua hari. Kebetulan ak kebagian hrs subs satu kelas dan kelas ku hr itu emang jg cm 1 kls. 

MIL and FIL sempet bingung gimna mereka pergi krn misa pagi jam 8. Sedangkan kantor yang kebetulan di rumah jg buka jm 8,30 n sepupu Mr. A yg kerja sama MIL br datang after 8. Mr. A ga memungkinkan untuk turun ke depan bukain. Hari ini jg FIL ikut berangkat ke UP. 

Jadi, ak hrs contact tmnku untuk minta cr pengganti ku untuk subs kelas teman dan ak akan dtg telat stlh nungguin sepupu Mr. A buka pintu gudang br berangkat k skul untuk ngajar kelasku sndr jm 9-10. 
Untungnya dapat penggantinya kelas temanku. Sampai skul, ak terpaksa ijin principal untuk pulang stlh ngajar krn hrs bawa Mr. A cek darah lagi untuk tahu trombositnya.

Setelah wara wiri ngebut di sekolah, terpaksa hrs tinggalin anak2 dengan partner teacher aja dan pulang urus suami makan dll.

Hasil cek darah hari ini adalah 90.000. Artinya sudah turun dan cukup drastis. Krn dapat referensi pemeriksaan dr dokter jd hasilnya pn di update ke sang dokter. Jadi stlh qta diemailin hasilnya, dktr tlp ke Mr. A dan blg kalau perlu rawat inap k RS dy akan kasih surat pengantar. Menurutntya obatnya cm satu sih yaitu cairan.

That's why qta merasa ga ush ke RS dulu n make sure Mr. A drank a lot.

But, that's the problem. Bocah besar satu itu paling susah disuruh minum. Uda gitu seperti big baby yg ga bs describe kondisi dy gt. Frustrated abz.

Pembicaraan  yg bikin frustasi itu kurang lebih spt ini:

Me : Kamu pusing ga?

Mr. A : ........ ngga juga, kadang-kadang aja

Me : Kata teman2ku yg uda pernah dbd pasti badan jg sakit/ nyeri sih. km sakit ga?

Mr. A : ......... ngga sih. cm geli geli aja

Me :   berasa lemas ga? (klo liat kondisi dy uda jauh lbh seger dr seblmnya sih cm msh dikit2 tidur aj krn ga tau mau ngapain)

Mr. A : biasa aja

Me : (-___-') 

Belum lagi kalau di suruh minum dia akan jawab, kenyang, kembung, ga haus, tadi uda minum banyak. ntar lah dll.. >.< 


April 15, 2016

Pagi-pagi siap2 mau kerja uda dibangunin alarm, si big baby itu memelas2 dgn manja gt minta ditemenin hari itu. Jadi terpaksa ak minta ijin ga masuk kerja dengan super berat hati. I knew how difficult it will be at school krn cr pengganti kelas ku. So sorry but I had to. 

Why? Karena sehari seblmnya kita dapat kabar bahwa ponakan MIL meninggal mendadak juga. 

Oh my.. ini pasti MIL akan sibuk k rumah duka lagi krn dy emang deket dengan semua keluarga dy.. 
Dengan FIL jg ga ada, Mr. A sakit, sdgkan dy masih hrs urus kantor dan gudangnya jg untuk urusan bank dan pembayaran. Jadi jaga suami sakit adalah kerjaanku pastinya. Ga mgkn repotin MIL kan

Jadi paling MIL yg ke pasar beli buah dan  sayur. Ak yg jusin, siapin bubur, masakin sup dll buat Mr. A dan dikit2 ingetin isi cairan.  Ak bawa Mr. A buat cek darah lagi juga hr ini.

By 3 p.m. hasil keluar, email diterima dan trombositnya.........27.000.  Doenkkkk.. turunnya jauh abiz dr sehr seblmnya. I blamed it on him yg susah bnr suruh minum. >.<

Trz akhirnya ak reported ke MIL untuk hospitalized aja. At first, she tried to hold till the next day sih. 
Ak juga ada cb tny Mr. A dy mau nya gimana. Again frustrated Q and A with hime:

Me: Hun, km mau ke RS aja ga or dirmh nih?

Mr. A : ...... terserah. di rumah boleh di rs boleh.

Me :Lah..km rasanya gimana?

Mr. A : biasa aja sih. ya gitu.

Ya owooooooo.. susah amet ya dpt jawaban pasti. Akhirnya ak bw hasil lab nya aja ke dokter lagi dan dokter begitu liat lgsng bilang hospitalized aja takut pendarahan dan dikasih surat pengantar.

Jadilah hari itu qta ngungsi ke RS. Ak siapin barang2 yg diperlukan buat nginep berdua. MIL yg anter ke RS.

Sampai di RS pun masih ribet buat masuk. Harus ke UGD dl lah, tindakan dululah, dll. 

Awalnya dktr UGD nyaranin masuk ruang intermediate room, kls below ICU before room biasa. Tp ak dan MIL merasa tidak perlu. Ini pure cm krn Mr. A ini susah bnr diksh minum cairan jd ngandelin infus dah terpaksa. Tapi kita ambil room VIP aja krn ak hrs jaga dan ga pengen jg sih share room toilet ma org lain plus jg biar gmpng yg visit klo MIL krn dy hrs kerja jg plus biar Mr. A bs istirahat lbh baik krn biasanya dy ga bs tidur klo ada noise.  

Kemudian stlh 2 jam br akhirnya masuk room. Dan dites darah lagi trombositnya uda terjun ke 19.000. 

Jadilah hrs bed rest total.

Malam itu lelah bnr krn bntr2 bangun si Mr. A minta pipis (30min-1 jam sekali). Dy masih blm terbiasa dgn segala selang tp hrs pee di tabung gt. Uda gt, infusnya cukup cepat habisnya klo ga di cek kebablasan jg darahnya jd naik. Sedangkan panggil susternya klo dipencet call mereka pake nanya dl "Bisa dibantu?" dari posisi Mr. A jauh dr mikrofon sk ga kedengeran dicuekin sama susternya. >.< 

Jadi hrs lbh melek lg. 

April 16-17, 2016

Untungnya itu pas weekend, jd ga ada pusing hrs ijin kerja. Tapi perkembangan Mr. A lambat. hari Sabtunya trombositnya turun ke 8.000 dan stucked. I relieved krn artinya kan itu ud titik terendahnya. Pas trombositnya ud 8.000 lah br Mr. A mulai dikit2 minta minum. Tapi fisiknya malah terliat lebih segar dr seblmnya. Untungnya dy ga demam sedikitpun sejak hr Rabu itu mnm obt demam.

Di hari Minggu br mulai naik 1000 ajah saudara-saudara. Jadi 9.000 di pagi hari dan 19.000 di malam hari.  Lambaaat.. Ak gemaas dan mulai worry that Monday is coming.

Karena ada typhoid jg jd makanannya di jaga jg ga blh keras2. Padahal klo cm DBD sih bebas kn makannya. Naseb emang nih bocah.

Minggu pagi dokter uda kasih suntik booster sih krn naeknya termsk lama mengingat turunnya terjun bebas gt. Mr. A jg uda mulai bosan dan he even felt sorry for me. Hari itu, batukku mulai kumat parah dan ak mulai ga enak badan. Cm masih berusaha bertahan. Weekend yg pasti jd banyak yg visit. Tiap mo tdr ada aja yg datang. 

Hari ini FIL pulang dr UP dan br tau klo Mr.A hospitalized :D


April 18, 2016

So, dlm kondisi badan uda superb tired n ga enak body. Ak memutuskan ijin kerja lagi hari ini.. Haduuhh.. tak terkira ga enaknya. Mana kelasku penuh hr itu. Untungnya cm ujian. Uda gt tmnku mulai kewalahan krn byk jg kerjaannya n ada guru yg absen krn mamanya meninggal jg. Yang bed rest jg msh blm msk. Jadilah ak ga enak ati bngt. 

Tapi bnran dah badan ud rontok tp ak decided klo Selasa pasti msk no matter what. 
Hari ini trombositnya naek ke level 30.000 sekian. Masih donk ya merangkak. Dokter msh ga kasih pulang krn msh rawan internal bleeding. Padahal Mr. A nya mah uda bosen tingkat wahid sih. 

Ak pulang sbntr ambil seragam kerja buat berangkat pagi2 dari RS ke skul. Feeling sih bsk dy pasti bs keluar sih. Jadi for tonight aja. Trz ak mampir ke dokter buat cek batukku lagi. Ganti dokter. Ternyata dktr blg batukku tu awalnya dr flu biasa tp ga tuntas, reaknya turun k saluran pernapasan deh. 

Huff... Ak PP nae G***k aja krn deket n cepet. Sepanjang jalan batuk2 gila. Sampe RS sempet muntah depan RS. Sampe dikira ak sakit n disuruh duduk kursi roda. 

Hari ini Mr. A ud lbh better lg. Pipisnya ud ga perlu dibantu lagi kn jadi ak bs byk tdr. 


April 19, 2016

Pagi bangun rapi2in semua barang2 n siap2 mandi buat kerja. Masih sempet keramasin Mr.A dan urus dy ganti baju dan sikat gigi. Pede abiz dah hr ini pulang padahal blm tau trombo bs pass 50.000 ga. 

Mikirnya ga perlu pe 70.000 uda mau pulang aja. 

Ak ninggalin Mr. A di RS sih dan minta dia update kabar aja. 

Untungnya bs pulang krn trombo uda 57.000. 

Yey...sleep on my own bed tonight!!

Ak jd bs tenang beresin kerjaan deh skrg.




Huff... sampe hari ini ak msih minum obt dokter. Tapi batuk uda mendingan banget. Tapi Mr.A keknya ketular >.< 

Kapan lingkaran setan ini berakhir yeeee???


Yang pasti klo mikirin tanggung jwb jd istri dan guru itu sama2 beraaat.. Susah untuk memilih. Bener2 menunggu bulan Juni dan let this job go... Sabar yaaaaa, Shallllllll!





Tuesday, April 19, 2016

The mind blowing questions..

I think you know that my job is a teacher (currently). Seringkali ak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan aneh dari murid-muridku. Beberapa diantaranya masih teringat jelas di otak saking amaze nya ak.

Here there are:

- Scene 1

Ka : "Ms. I am stomache."
Me : "Do you want to put the cajuput oil?"
Ka : *ngangguk2*
Me : *lagi olesin MKY nya di perut si anak*
Ka : *starring at me*
Me : "Why?"
Ka : "Your hand  is almost feel like my mom's hand you know, Ms. Almost."
Me : *smiling and confuse*


- Scene 2

*tiba-tiba ada anak yg out of no where approach me and ask me :

N : "Ms. are you a mother?"
Me : " No. Why?"
N : " But why do you feel like a mother?"
Me : *entah hrs sedih atau senang*


- Scene 3

Ke : "Miiissss... do you know where I could buy a lip balm that has no taste? I want to buy it. Please tell me."
Me : " I don't know. I am not using it."

Jawabnya ngasal aja sih, abis mikir juga tuh anak br kelas 3 sd boooo..

-Scene 4

Ke: "Ms, what is your husband' name?"
Me : "Why?"
Ke : " I just want to know."
Me : " Lee Min Ho."
Ke : *loading sebentar* then " NOOOOO! I know his face, I have his Line. Show me your husband's picture. I can know."
Me : *ngakak*

Buset deh anak kelas 3 uda pnya Line juga.

-Scene 5

Ric: " Are you Ms. Shally?"
Me: "Yes.. Have you forgotten me already. I taught you 2 years ago.'
Ric: " But, you look more beautiful before."
Ric: " You look old now."
Me: "*speechless*




Jleb bgnt ga tuh. Anak kelas 4 sd bs ngomong gt. Well, boy, aging is sucks! *LOL*

Those 5 scenes out of hundreds....


You never stop learning. If you have a teacher, you never stop being a student.

 Elisabeth Rohm