Labels

Tuesday, October 20, 2015

Prenup sebelum menikah? _update_

Okay, kali ini mau bahas soal prenuptial agreement or dalam bahasa Indo bisa disebut perjanjian pra nikah. Kebetulan hari ini ak dan Mr. A akan ttd surat perjanjian tersebut nanti sore. 

Awalnya kita sih tidak berniat membuat prenup karena alasan cinta itu.. ^^ tapi bukan berarti sekarang kita buat karena tidak yakin atas cinta tersebut. Tapi lebih ke alasan yang lebih make sense sih. 
So, it was about 3-4 months ago waktu Mr. A mulai kasih ide untuk buat prenup. Mr. A lebih menekankan untuk perjanjian pisah harta sih. Kenapa begitu? 

Well, her sis (mulai sekarang akan ditulis Dee)  adalah inspirasinya untuk membuat prenup itu karena berdasarkan pengalaman pribadinya gitu. Saat ini Dee sedang dalam tahap membangun hotel2 di Bali. Jadi pastinya dia akan butuh pinjaman dana juga ke pihak bank dan juga akan berurusan dengan banyak pihak (which I dun really get it dah). Nah, karena Dee dan suaminya tidak mempunyai prenup, jadi setiap kali sang suami harus ikut Dee untuk tanda tangan surat2 dan persetujuan ini dan itu which is jadi tidak nyaman jg dan tidak praktis. Di lain pihak, Dee berpikir yang namanya bisnis pasti bisa ada naik turunnya, seandainy tidak berhasil dan tidak mampu membayar utang pinjaman, maka seluruh aset mereka akan disita oleh pihak pemberi hutang. Jadi, karena hal inilah Dee mencari cara bagaimana caranya untuk melindungi harta suaminya juga. Karena saat ini bisnis mereka kan tidak berjalan bersama. Setelah Dee shared ke Mr.A. akhirnya Mr. A jg berpikir untuk membuat prenup karena dari sekarang kita memang ada rencana untuk melakukan bisnis masing2. Ataupun usaha bersama tapi atas nama salah satu pihak sehingga dapat melindungi harta pihak lainnya msh ada sebagai back up nantinya. Intinya demi anak jg salah satunya. 
Setelah dijelaskan oleh Mr. A, ak pn setuju untuk itu. As for Dee, dia bisa tetap pre nup dengan sebutan back date. Untuk prosesnya pun ak ga tau ya gimana. Intinya ada notaris yang membantu. Baru semalam Mr. A meneleponku dan diminta datang ke Hyatt sore ini untuk ttd dokumen2. Mendadak sih tapi apa daya Dee has been so busy dgn peresmian hotelnya dan baru sempet ke Jakarta sekarang. Jadi, ak dan Mr. A hanya mengikuti jadwalnya.

Prenup ini jg haris diinfokan ke capil sehingga dapat disahkan, jika tidak diinfokan, tidak akan sah secara hukum. Jadi kita memang harus sudah tanda tangan sebelum hari H nanti. 

Setelah cerita sama beberapa teman ternyata banyak yang mengalami hal yang sama saat ini, saat mo expand bisnis tapi takut harta bersama "terseret" dan end up jd bangkrupt bersama, so bbrp jg sedang mencari cara juga untuk melindungi harta salah satu pihak.

Tadi pagi ak udah baca isi draft prenup yang akan kutandatangani.. Well, lumayan deg-degan (norak.com) karena belum pernah berhubungan dengan hukum sedekat ini dan disatu sisi isinya memang sangat melindungi. 

Jadi, kalau ditanya perlu atau tidak prenup? 
Jawabanku adalah perlu sih.. Karena kita tidak pernah tahu dengan rezeki kita dimasa datang, peluang kita dan isinya pun kan bisa kita adjust dan it makes no harm jg sih. ^^ 
We did it.. that expensive papers =|
P.S. klausanya sih simple bgnt n standard bgnt menurut hukum perkawinan Indonesia yg berlaku mengenai kewajiban suami aja. :) hope that we wont need this in the future yak. 


Weddings to me are wondrous because they are so filled with tomorrows.
Mary Forsell


19 comments:

  1. Hmm topik ini pernah di bahas di BPN shal dan emang cukup kontroversi kalo di indo, gak tau deh klo di LN, tp disitu dijelasin klo perjanjian pranikah itu intinya kaya melindungi diri sendiri/ pihak lain dan bertolak belakang dengan janji nikah dimana susah senang, kaya miskin bersama. Dan rasanya aneh klo suami dan istri melakukan perjanjian dimana ketika mereka menikah mereka ud jadi 1 daging. Well, ini sih pendapatku shal tp balik ke pribadi masing2. Menurutku sih masi ada jalan lain selain perjanjian pranikah seperti sebelum berbisnis kt hrs bener2 jeli dalam setiap resiko yg ada, namanya bisnis pasti ada resikonya sih.

    Semoga yg terbaik untuk km dan Mr A yaa dear :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, msh pro dan kontra sih. Klo g pribadi sih lbh pake logic aja. Terlalu byk melihat cases dr org2 di sekitar g jg n jd tau gmn ribet dan gmpng di manipulatenya law di Indo tanpa sesuatu yg legit. Lg hny sebagai kertas 'perlindungan' aja klo sampe kenapa2 qta msh bs save asssets demi anak pastinya.
      Thank you, Nie.. all is well for u too :)

      Delete
    2. Nie, kalau dari konsultasi aku dengan orang-orang legal kantor yang nasrani, mereka semua menyarankan prenup. Termasuk pas aku KPP juga pembicaranya menyarankan prenup. Tapi tidak dimaksudkan untuk 'harta gono gini kalau nanti cerai' karena tidak ada pilihan cerai untuk pernikahan nasrani. Lebih dimaksudkan untuk keamanan keuangan keluarga aja. Karena kalau seandainya ada rencana mau berbisnis, maka harus dipertimbangkan kemungkinan apabila usaha suami bangkrut. Nah kalau ada perjanjian prenup (bukan 'pisah harta' cuma perjanjian 'pra-nikah'), setidaknya kalau ada harta-harta atas nama istri.. jadinya masih aman. Anak-anak masih bisa sekolah. Kita masih bisa makan. Duit dari penjualan aset atas nama istri bisa buat ngontrak tempat tinggal. Intinya sebagai pre-caution jangka panjang. Memang bisnis pasti ada resikonya, nah masalahnya kadang kita udah melakukan semaksimal dan sebaik-baiknya kita, tapi belum tentu luput dari kerugian/kesialan. Aku kemarin juga galau banget mau apa ngga, apalagi kan aku sama koko dua-duanya karyawan, masih kacung lah istilahnya. Tapi ya ditanyain sama salah satu orang kantor yang diajak diskusi "Sekarang emang ngga, tapi coba bayangkan 10 atau 15 tahun lagi, ada gak kemungkinan mau usaha? Karena kalau nanti udah nikah, bakal lebih susah loh." Gegara itu, aku jadi akhirnya prenup deh. Apalagi perempuan-perempuan di kantor yang nasrani juga banyak yang prenup hahaha. Sekedar masukan untuk jadi pertimbangan aja ^^

      Delete
    3. Bisa sih di "susul" prenup nya dgn cara back date gt. tp ya pasti lbh mahal bayarnya n lbh ribet sih.. >.<

      Delete
    4. Tapi kalau nyusulnya telat alias udah mengalami kejadian yang gak menyenangkan, bisa gak dianggep loh. Temen-temen legal di kantor pada cerita soalnya. Ada yang kasusnya suaminya mau mindahin aset ke nama istri dan baru mau di prenup'in setelah usahanya ada problem. Tapi sama pengadilan ato sama apa gitu, tetep kelacak, jadinya dianggep gak sah.

      Delete
    5. yup.. kmrn juga ada nanyain tu klo misalnya tar Mr. A merasa nih ud ga stabil , dy mo transferin dana dy ke istrinya pn bisa di trace apa keperluannya tar. hrs smart move..

      Delete
  2. Klo memang mau ada niatan bisnis, menurut gw sih ok2 ja Shal.
    Selama itu jadi lebih mempermudah urusan juga ya. yg penting sih dipelajari ja klausa2 pasal di perjanjiannya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Na.. isinya sih simple aja lebih ke melindungi istri sih sesuai hukum perkawinan indonesia aja. tp ya tu jg cm prevention klo bisnis kenapa2. semoga ga hrs digunakan.. Kata org lebih baik mencegah daripada mengobati. wkwkwk.
      Soalnya pnh dgr yg org sampe sisa baju yg dipake doank >.<

      Delete
  3. aq ngga pernah kepikiran buat bikin perjanjian kyk gini cii, maklum wawasan belum cukup luassss banget, hihi, dan postinganmu ini, cukup membuka mata ^^ thanks ciii
    Apapun itu, kalian pasti udah pikiran secara masak2 untuk ambil keputusan ini ..
    God bless you ciii :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. soalnya ini topik yg kesannya msh "tabu" dibahas keknya buat sebagian org. jd jarang dibahas terbuka.. ^^
      GBU also, Derry :)

      Delete
  4. perjanjian prenup ini pernah dibahas sambil lalu doank waktu awal2.. karena sebelum adiknya mr.f merried,, dia dan suaminya bikin perjanjian prenup ini.. tapi aku jg msh buta banget masalah ginian,, jadi masih ngerasa perlu apa ga ya? dgn baca postingan ini cukup tergelitik sih Shal.. hahaha.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. klo kata notarisku sih sekarang ini byk org2 yg msh muda uda mulai tau gunanya prenuptial ini jd pada bikin. Tapi ada yg bikinnya dgn klausul2 tertentu spt "kalau cerai", "kalau meninggal", "kalau selingkuh" dan kalau2 lain. tp standardnya cm kek yg ak dan Mr. A bikin sih. just pisah harta aja tanpa "kalau2" lainnya.^^

      Delete
  5. Hi Shal,

    Salam kenal ya ^^
    Topik mu sgt baru dan masi tabu kalo di indo so refresh bacanya dan nambah ilmu banget. hihi

    Sama mau tanya, apa kalian ada medical check up sebelum pernikahan ?
    karena ceritanya aku ada ngmg gitu sama temen ku kmrn, calon bride to be juga, dan mereka sangat "enggan" dan bilang "kalo setelah test, amit2nya ada sesuatu, ga jadi married gitu ?" dan aku cuma bisa silenttt

    thanks untuk sharingnyaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Margareth,
      Thanks for reading and glad that it can give new knowledge to others ^^
      Soal premarital check up sih tadinya memang masuk dalam list kita. Tapi fokus kita ngecek lebih ke pencegahan sebelum kehamilan. Kalau ke lab kan uda ada paketannya. Kalau mau langsung punya anak bisa cek di lab minimal 2-3 bln sblmnya masih okay. Jd klo ada tokso, rubella virus dll bs di treatment dl. Krn ada case sepupu yg ud hamil br tau ada rubella n hrs gugurin anaknya. Tapi kalau blm mau langsung kek ak sih rencana abiz merit n uda mo plan pny anak br cek up tar.
      Kemarin ini kita hny vaksin serviks berdua n vaksin hepatitis B.
      Kalau cek up n ada hasil yg buruk gmnpn itu risk ya, jd ga nya merit itu tergantung masing2 capeng, apapn hasilnya sbnrnya untuk melindungi pasangan jg. Ada jg yg begitu merit trnyata ga lama suaminya cancer n akhirnya jd lbih sedih dia krn msh newlywed bgnt. Well, kita bukannya mau liat negatifnya tp lbh ke persiapan mental aja. *in my opinion* ^^

      Delete
    2. yesss, you opened up my eyes soal premarital check up. Thanks a bunch shal ^^

      so, ini PR tambahan banget buat aku discuss dgn mama papa sbelum ngmg ke cami & family *sambilnuliskelist*

      Delete
  6. Bayar berapa untuk prenuptial ini Shal, kalau boleh tahu? oiya, semua notaris bisa ga bikin ini? gw jadi kepikiran, tp secara gw sekarang ga punya aset apa -apa...apa yang dilindungi, ahaha. Cuma memang bagus yah buat ke depannya. thanks banget buat post ini, so wide opening horizon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm.. hrsnya tiap notaris bisa koq. klo ak bikinnya 4jt (mehong *nangis*) tdnya kirain 1.5jt eee..trnyata Mr. A di mislead by Dee. >.< jd budget mendadak.
      Tp itu krn qta bikin 2 set ya. Mksdnya msg2 pny surat asli dgn cap pengadilannya. Klo cm 1 set kurangin aja 1 jt. Sbnrnya ga perlu keknya 2 sets. tp Mr. A tkt diocehin Dee, jdnya bikin dua aja d. >.<
      G jg ga pny aset apa2 skrg.. wkwkwk

      Delete
  7. Shal, gue baru kepikiran prenup ini. Mendadak banget kepikirannya dan gue inget pernah baca tulisan u soal ini. Disatu sisi gue ngerasa prenup ini penting deh kalau dikaitkan dengan alasan logic yg telah disebutkan diatas2 itu, terlebih calon laki gue emg ada udah mulai gerak buat coba bisnis yg kedepannya pun kita gak tau kalau hrs ekspansi dan perlu pinjaman pihak ketiga kayak Dee itu. Cuma kita masih maju-mundur cantik nih secara jadi harus budgetin ekstra buat biaya prenup ini hohoho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm..klo ada rencana buat usaha gitu lbh baik sih sisihin buat prenup. Range hrg tmn2 g yg br pd bikin sih ada yg 2 jt koq. Notaris g kmrn itu emang agak mehong. Krn ikutin Dee sih.
      Ditambah dgn urusan perpajakan dll, ada baiknya sih bikin pisah harta mnrt g.

      Delete